[Going30] Bakmi Bakso 68 : Harga Semangkuk Rasa Bangga

0

Hari kedua di Singkawang, kami memutuskan untuk melewatkan sarapan di tempat menginap. Ada satu tempat di Jalan P. Diponegoro yang kami incar untuk sarapan. Biasa, hasil ‘berburu’ di Google maps πŸ˜‚

Saat kami tiba, tempat tersebut belum sepenuhnya selesai dibereskan meski papan tanda ‘buka’ sudah terpajang di depan.

Bakso Sapi dan Bakmi Ayam 68–yang ternyata bisa ditemui juga di Jakarta–ternyata justru kami cicipi jauh-jauh hingga Singkawang πŸ™‚

Kami pengunjung pertama pagi itu. Agak bingung ingin memesan apa, namun karena nama tempat ini menonjolkan Bakmi Ayam dan Bakso Sapi, dua menu itu yang dipesan. Plus Semangkuk bakso polos untuk Cupis.

“Minumnya?”

“Ada apa saja?” balas saya, berharap menemukan satu yang asing di telinga.

“Es teh, es jeruk, Nam Mong–”

“Oh ya, Nam Mong!” potong saya saking bersemangatnya. Saya sempat membaca nama menu minuman ini di sebuah ulasan dan jadi penasaran πŸ™ˆ

Jujur, saya bahkan tak tahu minuman macam apa Nam Mong ini πŸ˜‚

Sambil menunggu, saya mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Tempat makan ini berbentuk memanjang, terbagi dua oleh dinding berjendela. Sepertinya bagian depan tempat saya makan ini awalnya adalah halaman. Saya tak bertanya lebih lanjut sih πŸ˜‚

Pesanan kami tiba, sangat mengundang selera dengan uapnya yang masih mengepul.

Seperti biasa, Cupis selalu enggan sarapan terlalu awal. Saya mengambil satu botol berisi cairan hitam–kecap. Iya, Cupis memang anak kecap–senjata terakhir kalau dia sudah mulai picky-eater ya kecap.

“Mbak, kecap manisnya di botol yang tinggi.” Mendadak kami dikejutkan oleh si pemilik yang duduk di meja kasir. Ah, rupa-rupanya ia menyimak percakapan kami πŸ˜‚ untunglah diberitahu, karena kalau tidak Cupis bakal makan bakso kuah asin πŸ™ˆ

Baksonya bagaimana? Enak! Saya rindu bakso sapi yang ndaging seperti ini. Huhu. Kuahnya light, dan kok saya suka ya dengan kecambah yang ditambahkan? Tumben sekali 😁

Basic skill in motherhood : gendong anak sambil makan bakmi pakai sumpit πŸ˜‚

Sambil makan, saya tak henti-hentinya menatap foto-foto yang dipasang hingga memenuhi dinding. Nyaris semuanya adalah orang terkenal. Saya bahkan menemukan pasangan pebulutangkis Alan dan Susi Susanti.

Hei, apakah saya sudah menyebutkan pemilik tempat makan adalah sosok pemerhati? πŸ™‚

Melihat saya sibuk mengobrol sambil menunjuk beberapa foto, tiba-tiba ia bangkit dan mulai menceritakan foto-foto yang ada di sisi kanan saya. Matanya berbinar saat bercerita tentang Willy Dozan. Deru Debu, remember? πŸ™ˆπŸ˜‚πŸ‘Œ

“Gara-gara Willy Dozan, kami jadi diliput TV Hongkong. Saat itu ia masih bekerja di televisi sana.”

“Wah, bukan media lokal malah Ce?” Saya jadi ikut penasaran.

Yang masa kecilnya nonton Deru Debu mana suaranyaaa~ yang kiri ini pemiliknya. Ayah si Cece tadi (kalau tak salah menyimak). Coba deh gunakan tagar #baksosapi68 πŸ˜‚ niscaya akan menemukan Bapak ini.

Ia lalu mengajak saya ke bagian belakang area makan, menunjukkan foto si aktor laga saat masih muda. Agak awkward sih, soalnya ada dua pemuda sedang makan di sisi foto yang digantung tersebut πŸ˜‚ πŸ˜‚ sampai disini saya hampir yakin kalau Willy Dozan adalah pelanggan setia disini. Foto yang dipajang saja sampai dua, lho. Satu foto berpigura malah foto pria itu sendirian–semi pas foto di studio, tanpa karyawan atau pemilik tempat ini.

“Cece generasi ke berapa?” tanya saya penasaran.

“Ketiga.” Sahutnya sambil mengangkat tiga jari.

Dan baru saya hendak duduk, ketika si Cece tadi masih bersemangat menunjuk satu bingkai foto–satu dari beberapa foto saja yang dibingkai di belakang kami. Oke, Dian Sastro dan Oka Antara.

Saya sudah melihatnya tadi sekilas. Dan langsung ingat kilasan adegan di buku Mbak Laksmi. Tapi tak sungguh menyangka kalau mereka mengambil adegan di tempat ini juga.

“Foto saja.” Lagi-lagi Cece yang baik hati itu mempersilakan. Saya mengangguk dan mulai mengambil gambar.

Casts ‘Aruna dan Lidahnya’. Hai Mas Farish, Mbak Aruna! πŸ˜†πŸ‘Œ

“Waktu itu Papa saya pas nggak ada. Jadi saya yang foto bersama mereka.” tukas Cece itu dengan bangga. I know how it feels! :’)

Dan ketika saya berniat (lagi) melanjutkan mangkuk bakso saya yang belum habis,

“Mau saya fotokan? Sini, Mbak duduk di kursi yang sama dengan Dian Sastro dan Masnya di sana. Jadi posenya mirip mereka di foto itu.”

“….”

Saya melirik Bapak Rugrats yang anti difoto dengan pose tertentu. Mungkin karena merasa tak enak, Bapak Rugrats langsung bangkit. So, here we are πŸ˜‚πŸ‘Œ

Casts ‘Karunya ya tampangnya’ πŸ˜‚πŸ€£ duh Ce, kalau nggak karena respek pisan sama Cece mah nggak bakal deh kami berpose lengkap begini. Tuh kan, absurd! πŸ˜‚

Setelah dua – tiga kali berpose sama, kami kembali ke tempat duduk. Namun,

Lihat Cece yang duduk di kasir, mengenakan kaos merah? Cece itulah yang sedemikian baiknya bercerita pada kami tentang tempat ini.

“Jangan lupa ya, nonton di bioskop tanggal 27 September nanti. Aruna dan Lidahnya! Ada Bakmi 68!”

Loh, kok promo~ πŸ™ˆ Namun saya mengangguk mengiyakan. Hehe.

“Kamu kok mau difoto tadi? Tumben?” tanya saya pada Bapak Rugrats di mobil.

“Kamu liat nggak, ekspresi Cece tadi?”

Dalam hati saya mengamini. Dan jika ada yang bertanya apakah harga makanan disana murah atau mahal, mungkin saya akan menjawab bahwa yang kami beli bukan hanya dua mangkuk bakso dan bakmi serta dua gelas minuman. Namun ‘membeli’ sejarah, rasa bangga, serta keramahan yang tulus sekali. Kamu harus melihat bagaimana ekspresinya saat menceritakan foto-foto orang penting yang makan disitu; tak henti-hentinya terselip senyum dengan tone suara yang bersemangat.

Pagi itu mungkin kami pengunjung terlama yang makan di tempat.

Es Nam Mong. Saya tak dapat mendeskripsikan dengan tepat rasanya. Pokoknya asam, manis, sedikit asin~ unik saudara-saudara! Kalau kata Cecenya sih ini merupakan hasil fermentasi jeruk nipis atau semacamnya :’)

Catatan :

Yakin, ndak mau foto kayak Mbak Dian Sastro sama Mas Oka Antara? πŸ˜‚Baksonya enak deh. Serius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: